PENGENDARA MOTOR! Gak bermasalah dengan pengendara yang bertanggung jawab dan berhati-hati, tapi kenyataannya 99% pengendara motor di Jakarta bertingkah seperti primata yang gak pernah disekolahin. Jelas-jelas motor itu diciptakan maksimum untuk 2 pengendara, tapi bisa-bisanya dipakai untuk 3-5 orang. Matanya udah jereng kali sampai gak bisa bedain antara Toyota Kijang dan Motor. Mangkanya, kata mama banyak-banyak makan wortel biar sehat dan tidak BUTA!
Lalu belum lagi gaya "berani mati" mereka, yang tiba-tiba suka manouver sembarang sampai nyaris ketabrak kendaraan besar. Setelah itu, bukannya lebih berhati-hati karena berhasil melewati maut, malah bertingkah semakin menjadi-jadi. Akhirnya, kalau sudah kecelakaan malah menyalahkan kendaraan besarnya. Mending kalau matinya sendirian, tapi ini malah merusak kendaraan yang lain dan bikin macet. Matipun masih nyusahin orang lain, ck!
Tapi yang paling dibenci sejuta umat oleh gw, adalah pengendara motor yang suka balap liar. Masyarakaaat!! Motor udah jelek kayak kaleng begitu aja pakai dimodif-modif. Sama aja kayak make-up-in kambing biar cantik, tetep aja kambing. Udah gitu, suaranya juga gak enak didenger, ngang nging ngung, kayak nyamuk. Udah kurang kerjaan banget, mendingan lenyap aja dr permukaan bumi, gak ada yg kangenin kok.
Hey jeqs, kalau memang bermodal main balap, beli dong Ducati atau BMW, superbike deh jangan supersuck! Yang kayak gorengan begitu malah dibanggain. Mending dijual buat beli mobil! Cewe cantik kan cumen mau naik mobil biar kulitnya gak kotor. Lah kalau modal loe motor dangdut, jelas aja dapetnya model pembantu kulit hitam dan suster ngesot. Jadi, tolong deh tanggalkan imajinasi loe yang merasa diliatin cewe kece saat lo berisik di daerah perumahannya. Ada juga elo lagi dikutuk jadi batu dan disumpahin biar jatuh terguling-guling.
Yah gw berharap semoga 99% pengendara-pengendara ini bakal dikasih extra kemampuan otak untuk sadar diri, bahwa kenyataannya mereka tuh suka ngerepotin dan disebelin sama orang lain.
True Story: Setelah lembur kerja sampai jam 130 pagi, baru 30 menit dalam trance mimpi, dibangunin sama sekelompok motor barbar yang gak tau diri dan sebagainya. Sekarang jam 340 pagi, mereka baru lenyap setelah polisi-polisi gendut dan lambat itu datang menggiring mereka pergi ke neraka (berharap dengan segenap hati). Tapi tanpa kejadian ini, blog ini tidak mungkin terlahir.
Update terus sampai Jakarta dan Indonesia menjadi tempat yang lebih baik. Peace and Out!
-------------------------------------------------------------------
MORONcyclist aka. motorcyclist! It's a two riders transportation, yet they use it for 3-5 people. Unlike cars, motorcycles don't have outside shell protection, yet they drive as if they can't die. But what I hate the most, those junks street raced in home areas at 2 AM. Definitely 1st class dimwit assholes.
Jan 30, 2010
Things I Hate about Jakarta #1
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment